Status: Terbuka (Early Bird Price sampai 31 Maret 2025)

Lokasi                                      : Nusa Tenggara Timur

Tanggal Tour                           : Senin 23 Juni – Minggu 29 Juni 2025

Durasi Tour                             : 7 Hari 6 Malam

Biaya                                       : Rp8.500.000 (Early Bird Price Rp8.250.000)

Deposit                                   : Rp1.000.000

Tanggal Akhir Pendaftaran     : 1 Juni 2025

Gaya Perjalanan                     : Ekspedisi, Imersi Budaya & Kearifan Lokal, Pembelajaran Keberlanjutan, Jelajah Alam, Kuliner & Sejarah

Jumlah Peserta                       : 15 Pax Maksimum

Tanah Timor: Keindahan Sabana Berbatu dalam Balutan Tenunan Kearifan Lokal dan Budaya Masyarakat Adat

Di ujung ufuk timur Indonesia, Tanah Timor menyimpan romansa tanah sabana berbatu yang harum cendananya telah lama menarik perhatian bangsa-bangsa. Etos kerja masyarakatnya yang bersahaja dan berbudaya tertoreh di ladang ladang pertanian kering di sela cadas perbukitan yang kaya akan mineral. Harapan mereka dirajut di antara kain tenun yang reputasinya mendunia, asa terpancar dalam senyuman ramah mama-mama yang menyirih pinang dan tawa lepas anak anak yang berlarian terbakar mentari, berkejaran di antara derap ringkik kuda yang membahana. Menjadi harmoni manis yang tertiup angin ilalang dalam sayup petikan sasando yang memanggil jiwa-jiwa yang mencari.

Perjalanan ini bukan hanya akan membawa kita mengeksplorasi keindahan bentang lansekap geografis Tanah Timor,namun kita juga akan menapaki jejak sejarahnya dan menggali kearifan lokal masyarakatnya. Kita akan berinteraksi dan merasakan kehidupan masyarakat Adat Suku Boti dan Mollo yang terjaga selama berabad  lamanya, menyelami pola hidup dan tatanan adat mereka sambil mencicipi keunikan tradisi pangan dan kuliner lokal serta mempelajari keindahan seni, budaya tenun NTT yang melegenda.

Tur ini akan membawa kita kembali ke akar budaya dan pemikiran leluhur kita yang tersimpan di antara pagar kampung, di dalam rumah rumah sederhana beratap rumbia dan di balik senyum bersahaja para pejuang lokal di Tanah Timor kita diharapkan akan menemukan kembali apa yang hilang terlupakan dan perlu kita hidupkan kembali dalam pendekatan pembangunan negeri. Seperti kepercayaan Orang Boti dan Mollo yang meyakini setiap benih yang ditanam memiliki jiwa dan ruh nenek moyang yang perlu ditanam dan dirawat. Perjalanan ini adalah tentang menemukan kembali jiwa tersebut serta menanam dan merawatnya dalam diri dan masyarakat kita.

HIGHLIGHT PERJALANAN

  1. Menyelami Kehidupan dan Filosofi Budaya dan Sejarah Masyarakat Adat Boti dalam mempertahankan tradisi serta ketahanan pangan lokal dari zaman ke zaman

  1. Memahami bagaimana komunitas pemuda Desa Mollo menjaga dan mengasimilasikan pengetahuan dan identitas lokal dalam merespon laju modernitas.

  1. Mempelajari bagaimana masyarakat adat dan komunitas perempuan di Gunung Mutis menerapkan prinsip konservasi alam melalui kearifan adat lokalnya.

  1. Menyaksikan dan merasakan keunikan dan eksotisme bentang alam, seni dan budaya Tanah Timor.

  1. Mengeksplorasi Tanah Timor dan pangan lokalnya dari sudut pandang teman jalan seorang jurnalis senior Kompas, Ahmad Arif, penulis buku Masyarakat Adat & kedaulatan Pangan. 

  1. Mendapatkan pelatihan menulis  naratif untuk merekam pengalaman dan pembelajaran perjalanan secara menarik dengan teknik storytelling & journaling.

PRICE INCLUDES
Accommodation
Meals
Personal Medicine
Travel Insurance
Sebumi Tour Guide
Local Guide
ITINERARY

Hari 1 - Senin, 23 Juni 2025 - Tiba di Kupang dan Menuju Desa Boti

Perjalanan dimulai dari titik awal ketibaan di Bandara El Tari, Kupang. Kita akan bertolak menuju Kota So’e dan menikmati santap siang dengan menu lokal di sana. Setelahnya kita akan melanjutkan perjalanan menuju destinasi pertama kita yaitu Desa Boti.

Setibanya di Desa Boti kita akan disambut dengan tarian khas tradisional masyarakat Boti yang unik, serta bertemu dengan para Tetua dan Raja untuk menyampaikan maksud kedatangan kita dan prosesi penerimaan secara adat  Natoni sium kap mafle'u (natoni penerimaan tamu). Setelah masuk ke rumah untuk beristirahat, di malam harinya kita akan santap malam dengan menu khas bersama masyarakat Boti dan belajar mengenai sistem adat dan kepercayaan mereka.

Hari 2 - Selasa, 24 Juni 2025 - Menyelami kehidupan dan Kedaulatan Pangan di Boti

Di pagi hari setelah sarapan, kita akan berkeliling desa Boti dan melihat kehidupan serta berinteraksi dari dekat dengan masyarakat Boti yang memiliki etos kerja keras dan kemandirian yang kuat. Kita akan melihat secara langsung rumah, situs adat, kebun, dan kegiatan sehari-hari mereka, termasuk mempelajari pola pertanian lahan kering (Pah Atoni) dan keanerakagaman hayati yang menjadi sandaran kedaulatan pangan lokal mereka.

Setelah makan siang kita akan berkunjung ke rumah tenun dan melihat bagaimana mama-mama Boti membuat tenun. Kita akan ikut mempelajari prosesnya mulai dari kapas, benang , pewarna alami dan akan mencoba mengenakan pakaian tenun tradisional tenunan yang anggun, yaitu sarung ‘Mau’ untuk pria dan kain ‘Tias’ untuk wanita.  Di malam hari kita akan makan malam sambil berdiskusi lebih lanjut tentang filosofi, sistem nilai dan kepercayaan Halaika, kepercayaan dan tantangan kebudayaan yang ada di Boti.

Hari 3 - Rabu 25 Juni 2025 - Dari Boti menuju masyarakat Mollo di Taiftob

Memasuki hari ke-3 kita akan berpamitan dengan masyarakat adat di Boti dan melanjutkan perjalanan ke desa Taiftob untuk mengunjungi masyarakat adat Mollo. Setibanya di sana kita akan makan siang Mnahat Fe’u di perpusatakaan komunitas Lakoas Kujawat. 

Setelah makan siang kita akan berkenalan lebih lanjut dengan gerakan Lakoas Kujawat yang memiliki misi melestarikan adat budaya, alam dan ketahanan pangan lokal melalui literasi. Kita akan belajar teknik-teknik preservasi dan pengolahan pangan lokal di foodlab ume Fatumfaun sambil sharing santai soal pangan, tradisi dan gerakan literasi orang muda di Taiftob dalam menghadapi dinamika modernitas.  

Malam hari kita akan berisitirahat di homestay Mollo dan beristirahat setelah menyantap makan malam.

Hari 4 - Kamis, 26 Juni 2025 - Jelajah Pasar dan Hutan Mollo dan Berpindah ke Fatumnasi

DI pagi hari  ke-4 kita akan memulainya dengan mengunjungi pasar tradisional Kapan, dan melihat aktivitas pasar lokal di Mollo dari dekat. Setelahnya kita akan lanjut menjelajah hutan dan kebun serta mengunjungi batu Napi dan mata air Oelpuah, berburu pu’u (cendawan) dan belajar tanaman pangan lokal, obat dan pewarna alam serta mencoba permainan tradisional.

Kita akan tutup kunjungan di Mollo dengan makan siang menu lokal spesial sebelum bertolak ke destinasi berikutnya  yaitu Desa Fatumnasi di kaki Gunung Mutis. 

Sesampainya di sana, kita akan bertemu dengan tetua adat Fatumnasi merasakan berada di dalam ume kbubu, yaitu rumah bulat yang merupakan salah satu rumah adat Timor.

Hari 5 - Jumat 27 Juni 2025 - Eksplorasi Keindahan Gunung Mutis

Di hari ke-5 kita akan menjelajahi keindahan alam di Cagar Alam Gunung Mutis, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Timor dengan ketinggian 2.427 mdpl. Kita akan menapaki hutan ampupu (Eucalyptus urophylla) yang tumbuh secara alami, sabana dan hutan lumut yang sakral. Masyarakat setempat meyakini bahwa disini adalah tempat bersemayamnya Dewa tertinggi Uis Neno (Dewa Langit), 

Bagi peserta yang ingin mendaki, tersedia jalur menuju puncak Gunung Mutis yang memerlukan waktu sekitar 5-6 jam. Alternatifnya, bagi yang tidak ingin mendaki, tersedia opsi untuk mengeksplorasi lokasi lain yaitu Fatu Nausus, sebuah bukit marmer yang juga berpemandangan menakjubkan. Malam harinya setelah makan malam, kita akan beristirahat di Desa Fatumnasi.

Hari 6 - Sabtu, 28 Juni 2025 - Menggali Inspirasi dari Para Perempuan Penjaga Fatu Nausus

Di hari ke-6 kita akan bertemu dengan masyarakat Fatumnasi yang berjuang menjaga hutan dan cagar alamnya dari rongrongan mereka yang hendak merusaknya. Dalam perjalanan pulang kita juga akan mengunjungi para Nausus dan Lulbas, perempuan perempuan yang menjaga hutan tanah dan batu di tanah Timor ini dari praktek tambang dan ekploitasi alam yang membahayakan masa depan bumi dan budaya Timor.

Kita akan mepelajari bagaimana peran perempuan serta filosofi menjaga bumi sebagai sesuatu yang hidup dalam masyarakat adat di pulau ini. Kita akan kembali menuju Kota Kupang, titik akhir dan perjalanan epik penuh makna kita kali ini.

Hari 7 - Minggu, 29 Juni 2025 - Perjalanan Pulang

Hari ini adalah hari kepulangan, pagi pagi sekali kita akan menaiki pesawat pertama untuk kembali ke rumah. Akhir dari perjalanan menemukan makna di antara bebatuan dan sabana. Di sela sela sorgum, umbi, kacang dan cendawan. Di sela sela jalan setapak desa -desa dengan rumah beratap rumbia., di balik senyum dan kebersahajaan para tetua, mama-mama dan anak muda yang ramah sederhana nan bersahaja. Semuanya akan menjadi kenangan dan inspirasi untuk permulaan baru hidup yang lebih mengapresiasi pangan lokal, kearifan budaya dan kasih semesta bagi kehidupan kita ketika kembali dalam rutinitas harian masing-masing.

Sign Up Here
Per Person
COMING SOON
Any Question?
Contact Us
You Might Also Like