Ilustrasi Sampah Plastik yang Mencemari Laut
Pemakaian Plastik Meningkat, Terlebih Saat Pandemi
Di masa pandemi saat ini, pemakaian plastik kian meningkat. Terlebih lagi, mengingat kebutuhan pemakaian barang sekali pakai yang lebih banyak digunakan demi menghindari terjadinya penularan virus, menyebabkan terjadinya peningkatan volume sampah.
Kebanyakan dari barang sekali pakai tersebut menggunakan bahan plastik yang merupakan material yang paling sulit terurai yaitu membutuhkan 500-1000 tahun lamanya. Kebiasaan belanja online pun kerap meningkat di masa pandemi.
Berdasarkan hasil survey oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang ‘Dampak PSBB dan WFH Terhadap Sampah Plastik di Kawasan JABODETABEK’ didapatkan bahwa terdapat peningkatan belanja online dari sebelumnya hanya 1 sampai 5 kali dalam sebulan, menjadi 1 sampai 10 kali. Sayangnya, hampir 96% paket yang dihasilkan dari belanja online tersebut memakai bahan plastik, seperti selotip, bubble wrap, dan bungkus plastik, yang mana hal ini berdampak terhadap peningkatan volume sampah plastik.
Cara Mengelola Sampah dengan 3R
Belajar Mengelola Sampah di Weekend Workshop Series Waste (SEBUMI)
Apabila peningkatan volume sampah plastik tidak dibarengi dengan penanganan yang benar, maka tumpukan sampah plastik dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem yang ada.
Beberapa cara agar sampah tersebut tidak berujung di TPA dan mencemari lingkungan adalah dengan menerapkan 3R (reduse, reuse, recycle). Reduce yaitu mengurangi produksi sampah seperti dengan memakai barang guna ulang, reuse yaitu menggunakan kembali produk yang sudah terpakai seperti dengan memanfaatkan botol bekas sebagai wadah isi ulang, serta recycle yaitu mendaur ulang sampah yang diawali dengan cara memilah sampah.
Langkah-Langkah Memilah Sampah
Adapun langkah yang dapat kita lakukan untuk menangani sampah plastik semasa pandemi adalah dengan memilah sampah dan mengumpulkannya untuk disetor ke bank sampah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu persiapkan sebelum memberikan pilahan sampah mu ke bank sampah :
Persiapkan beberapa wadah untuk memilah sampah sesuai jenisnya
Siapkan beberapa wadah dan labeli sesuai jenis-jenis sampah yang kamu hasilkan. Kamu bisa membedakan jenis sampah berdasarkan materialnya seperti sampah non organik (sampah plastik, sampah kertas, sampah kaleng, sampah kaca), sampah organik, dan sampah B3 ke wadah berbeda. Hal ini tentu akan memudahkan pengelola bank sampah untuk membedakan jenis-jenis sampah yang akan didaur ulang
Kumpulkan, keringkan, dan lipat pilahan sampah mu!
Pastikan sampah yang telah kamu pilah dalam keadaan bersih dan kering, terutama pada pilahan sampah non organik. Hal ini dilakukan agar tumpukan sampah yang sudah dikumpulkan tersebut tidak mengeluarkan bau busuk hingga memicu tumbuhnya organisme-organisme yang dapat mempersulit pengelola sampah dalam mendaur ulang sampah.
Hasil Pilahan Sampah Saat Weekend Workshop Series Waste (SEBUMI)
Adapun pada beberapa jenis sampah, terdapat perlakukan khusus yang biasanya dilakukan saat melakukan proses pemilahan. Seperti pada sampah botol plastik, dimana kamu harus memisahkan terlebih dahulu antara botol, tutup botol, dan label. Selanjutnya, botol dapat diremukkan atau digepengkan. Contoh lain yaitu pada kotak susu yang termasuk ke dalam sampah kertas, maka kamu harus menggepengkan terlebih dahulu, kemudian dilipat hingga menjadi bagian kecil. Hal tersebut selain memudahkan para pengelola bank sampah, juga dapat menghemat ruangan penyimpanan pada saat mengumpulkan hasil pilahan sampah.
Pilah sampah mu secara konsisten
Dalam memilah dan mengumpulkan sampah, tentunya kamu harus melakukannya secara konsisten. Hal ini karena di beberapa bank sampah, biasanya terdapat ketentuan minimal volume sampah yang diberikan sehingga kamu perlu mengumpulkan pilahan sampah sesuai dengan ketentuan dari masing-masing bank sampah yang akan kamu kunjungi.
Bawa sampah anorganik mu ke tempat pengelola sampah
Tempat pengelola sampah atau biasa disebut dengan bank sampah, biasanya hanya menerima sampah non organik yang telah dipilah sebelumnya, seperti sampah plastik, sampah kertas, atau sampah kaleng. Adapun beberapa bank sampah akan memberi upah kepada pihak yang membantu memberikan pilahan sampah untuk didaur ulang. Upah yang diberikan juga menyesuaikan seberapa banyak sampah yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata dengan memilah sampah dapat menjadi nilai ekonomis.
Kini, di zaman yang sudah semakin canggih, bank sampah sudah sangat mudah ditemukan secara online. Bahkan beberapa darinya menawarkan jasa kurir yang dapat kita pesan untuk menjemput langsung ke rumah masing-masing. Beberapa jasa pengelolaan sampah yang dapat menjadi pilihan kamu untuk mengirim hasil pilahan sampah diantaranya ada waste4change, bberes.id, rekosistem, EwasteRJ, Armada Kemasan, moretrash.id, dan masih banyak lagi. Namun, kamu perlu mengecek lokasi dari tiap-tiap bank sampah tersebut, sehingga dapat menyesuaikan dengan jarak dari lokasi tempat tinggal mu.
Sumber: