2023 lalu jadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah, suhu global tercatat sekitar 1,48 C lebih hangat ketimbang rata-rata suhu era pra-industri tahun 1850-1900, kata badan iklim Uni Eropa. 

"Suhu pada tahun 2023 kemungkinan besar melebihi suhu pada periode mana pun setidaknya dalam 100 ribu tahun terakhir," kata Samantha Burgess, Wakil Direktur Copernicus Climate Change Service dalam sebuah pernyataan.

Sudah tahu siapa biang keladinya? — Bahan bakar fosil, salah satunya transportasi.

Peringatan terbaru muncul tak lama setelah KTT iklim COP28, di mana negara-negara untuk pertama kalinya sepakat mengenai perlunya mengatasi penyebab utama kenaikan suhu – bahan bakar fosil.

Lalu, apa yang bisa masyarakat lakukan untuk dukung pengurangan produksi emisi karbon?

Dapat dimulai melalui pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, bijak dalam penggunaan energi seperti listrik, konsumsi air, mengurangi penggunaan plastik dalam pembelian produk makanan, seperti membawa botol air dan membawa kotak bekal, dan bisa berwisata dengan keliling berjalan kaki.

Walking Tour Bisa Jadi Solusi Pengurangan Emisi

Sumber: FIS UNJ

Untuk bantu penurunan emisi lewat kegiatan berwisata, walking tour bisa jadi solusi dalam penurunan derajat suhu bumi. Walking tour adalah salah satu cara untuk menikmati keindahan dan budaya suatu kota atau tempat wisata dengan berjalan kaki. Biasanya dilakukan dengan bantuan pemandu wisata yang berpengalaman dan mengenal daerah tersebut dengan baik. 

Walking tour biasanya dilakukan dalam 3-5 jam perjalanan dengan jarak 3-5 KM yang pada pelaksanaanya akan didampingi oleh tour guide yang akan menjelaskan mengenai destinasi secara menarik.

Wisata berjalan kaki ini memungkinkan wisatawan untuk lebih terlibat dengan masyarakat, alam, dan budaya lokal. memberikan contoh wisata jalan kaki yang dapat menjadi referensi praktis untuk destinasi yang ingin mengembangkan persembahan tersebut.

Selain bantu kurangi produksi emisi, walking tour juga punya beberapa manfaat, di antaranya:

  1. Berwisata sekaligus olahraga

  2. Informasi-informasi eksklusif dari pemandu

  3. Melihat langsung destinasi pilihan

  4. Informasi valid dan terpercaya karena dipandu oleh pemandu wisata berpengalaman

Ada beragam jenis walking tour yang dikenal, antara lain: tur sejarah, seni, budaya, dan kuliner. Namun, baru-baru ini ada satu jenis walking tour yang dikenalkan — Sustainable Tour. Selain pada pengenalan sejarah suatu destinasi, sustainable tour juga mengenalkan kepada para wisatawan terkait sisi keberlanjutan yang diterapkan pada suatu destinasi.  

Tapi, apakah benar wisata dengan berjalan kaki terbukti bantu reduksi emisi karbon?

Source: greenpeace.id

Berdasarkan data dari Greenpeace kegiatan berjalan kaki menyubangkan 0 emisi, dan ini membuktikan walking tour adalah wisata yang minim produksi emisi karbon.

Di Sebumi, kami memiliki salah satu program yang mendukung penerapan walking tour melalui Jakarta Green Tour. Melalui Jakarta Green Tour wisatawan/peserta akan diajak bersenang-senang bersama para pemandu wisata dari Sebumi yang berpengalaman dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan modern untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat perkotaan tentang gaya hidup berkelanjutan dan membantu mengadopsi gaya hidup yang berkelanjutan. 

You Might Also Like