Kegiatan Membuat Rain Water Harvesting di Weekend Workshop Series Water (SEBUMI)
Kebutuhan air bersih saat ini kian meningkat seiring bertambahnya populasi. Di Indonesia sendiri, kelangkaan air bersih diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), semua wilayah di Pantai Utara Jawa mulai dari Banten hingga Surabaya memiliki potensi untuk mengalami defisit ketersediaan air pada tahun 2040. Terlebih lagi di situasi pandemi yang memerlukan kebutuhan air lebih tinggi seperti untuk mencuci tangan dan aktivitas sanitasi lainnya yang lebih sering.
Salah satu solusi yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan kebutuhan air bersih adalah dengan cara pemanenan air hujan.
Apa itu Pemanenan Air Hujan?
Pemanenan Air Hujan (PAH) atau yang biasa dikenal rainwater harvesting, merupakan suatu teknik pengumpulan dan penampungan air hujan ke dalam suatu wadah yang kemudian akan disaring hingga menghasilkan kualitas air bersih yang siap untuk dimanfaatkan. Air bersih yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk mencuci, menyiram tanaman, hingga diminum.
Ilustrasi Alat Pemanenan Air Hujan (SEBUMI)
Menurut Agus Maryono, pakar hidrologi Fakultas Teknik UGM, air hujan di Indonesia masih sangat layak untuk diminum manusia karena memiliki rata-rata tingkat pH (potential hydrogen) diantara 7,2 sampai 7,4. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua air yang dihasilkan dari teknik PAH dapat langsung diminum. Karena untuk mendapatkan air minum layak konsumsi, perlu melewati beberapa tahap penyaringan, desinfeksi, dan pengujian secara teratur.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa air hujan yang dikumpulkan dapat saja telah terkontaminasi oleh banyak hal sehingga mengandung bakteri, parasit, virus dan bahan kimia lainnya yang dapat menyebabkan penyakit apabila dikonsumsi secara langsung.
Cara pembuatan alat pemanenan air hujan pun terbilang cukup mudah. Alat dan bahan yang diperlukan diantaranya adalah tong air 30 liter, kawat kasa nyamuk, pipa PVC fleksibel, kran air dengan fitting socket, seal tape, lem untuk pipa PVC, dan drainase lantai.
Yuk Coba Buat Rainwater Harvesting!
Berikut ini adalah tahap-tahap pembuatan rainwater harvesting:
Lubangi tong air 30 liter di bawah bawah dan atas tong.
Memasang Fitting Socket Pada Lubang Bawah Tong Air
Pasang fitting socket di bagian bawah lubang tong air.
Memasang Kran Air Pada Lubang Fitting Socket
Lapisi ujung kran menggunakan seal tape lalu pasanglah ke lubang fitting socket.
Memasang Fitting Socket Pada Lubang Atas Tong Air
Pasang socket fit dan tutupnya di bagian lubang atas tong air, kemudian beri lem.
Memasang Drainase Pada Tutup Tong Air
Lubangi tutup tong air dengan ukuran sesuai dengan drainase lantai yang kamu miliki. Lalu potonglah net nyamuk sesuai dengan ukuran drainase lantai. Pasang drainase lantai pada lubang yang telah dibuat pada tutup tong air, kemudian lapiskan dengan net nyamuk di bagian bawah drainase.
Menempatkan Rainwater Harvesting
Apabila di tempat anda tidak ada aliran pipa yang tersedia yang mengalirkan air hujan, maka rainwater harvesting dapat ditaruh pada ruangan terbuka agar dapat menampung air hujan secara langsung.
Namun apabila di tempat sekitar anda terdapat aliran pipa (seperti alira pipa dari genteng bangunan), maka anda dapat menyambungkan aliran pipa tersebut dengan lubang drainase yang ada pada tutup tong air. Penyambungan tersebut dapat menggunakan pipa PCV fleksibel.
Sumber: